Di tengah tuntutan mutu pendidikan yang semakin tinggi dan perubahan yang dipercepat oleh globalisasi serta transformasi digital, guru tidak lagi cukup diposisikan sebagai pelaksana kurikulum semata. Mereka dituntut menjadi pembelajar profesional yang reflektif, kolaboratif, dan adaptif terhadap dinamika ruang kelas yang terus berubah. Buku Professional Learning Community untuk Peningkatan Kinerja dan Kolaborasi Guru hadir sebagai kajian komprehensif yang menempatkan kinerja guru sebagai jantung dari seluruh agenda peningkatan mutu pendidikan.
Berangkat dari data empiris nasional dan internasional—mulai dari hasil PISA, Asesmen Nasional, hingga indeks kualitas pembelajaran—buku ini menunjukkan bahwa tantangan pendidikan Indonesia bukan sekadar persoalan akses, melainkan kualitas proses belajar di ruang kelas. Kualitas tersebut, pada akhirnya, sangat ditentukan oleh kinerja pembelajaran guru: bagaimana guru merencanakan pembelajaran, mengelola interaksi dengan siswa, merefleksikan praktik mengajar, dan terus memperbaikinya secara berkelanjutan. Dalam konteks inilah konsep Professional Learning Community (PLC) diposisikan bukan sebagai forum pertemuan rutin, melainkan sebagai ekosistem pembelajaran profesional yang hidup.
Melalui pendekatan teoretis yang kuat, buku ini mengaitkan PLC dengan kerangka organisasi pembelajar, administrasi pendidikan, dan manajemen mutu sekolah. Pembaca diajak memahami bagaimana nilai dan visi bersama, kepemimpinan yang suportif dan terdistribusi, budaya kolaboratif, serta praktik reflektif menjadi prasyarat agar PLC mampu mendorong perubahan nyata dalam praktik pembelajaran. Berbagai temuan riset dari tokoh dan lembaga internasional seperti DuFour, Hord, Hargreaves, Fullan, hingga Darling-Hammond dipadukan dengan konteks kebijakan pendidikan nasional, menjadikan analisis buku ini relevan secara akademik dan aplikatif.
Keunggulan utama buku ini terletak pada pengembangan model PLC berbasis platform digital, yang dirancang secara khusus untuk menjawab tantangan sekolah perkotaan seperti Jakarta—mulai dari keterbatasan waktu tatap muka, mobilitas tinggi guru, hingga kompleksitas tugas administratif. Teknologi tidak diposisikan sebagai tujuan, melainkan sebagai alat strategis untuk memperluas ruang kolaborasi lintas sekolah dan lintas waktu. Melalui platform digital, guru dapat berbagi praktik baik, mendiskusikan masalah nyata di kelas, menganalisis data hasil belajar, dan menerima umpan balik dari kepala sekolah serta rekan sejawat secara lebih fleksibel dan berkelanjutan.
Buku ini juga menyajikan secara rinci proses pengembangan model PLC digital—dari pemetaan kebutuhan guru, desain konseptual, uji coba lapangan, validasi ahli, hingga perumusan model final. Pendekatan ini menjadikan buku tidak hanya sebagai refleksi teoritis, tetapi juga sebagai panduan implementatif bagi sekolah yang ingin membangun budaya belajar profesional secara sistematis. Peran kepala sekolah ditekankan sebagai fasilitator utama yang memastikan PLC tumbuh sebagai budaya sekolah, bukan sekadar program formal.
Lebih dari sekadar membahas peningkatan kinerja guru, buku ini menegaskan bahwa PLC adalah strategi pembangunan modal profesional sekolah—menguatkan kompetensi individu, jejaring sosial antarpendidik, serta kualitas pengambilan keputusan kolektif. Dampaknya tidak berhenti pada guru, tetapi bermuara pada peningkatan kualitas pengalaman belajar siswa.
Professional Learning Community untuk Peningkatan Kinerja dan Kolaborasi Guru merupakan bacaan penting bagi guru, kepala sekolah, pengawas, mahasiswa pendidikan, perencana kebijakan, dan siapa pun yang peduli pada masa depan mutu pendidikan Indonesia. Buku ini mengajak pembaca melihat pengembangan profesional bukan sebagai kewajiban administratif, melainkan sebagai proses pembelajaran bersama yang bermakna, berkelanjutan, dan berorientasi pada transformasi nyata di ruang kelas.